Tim PKM UNM Dampingi SMPN 1 Gowa Wujudkan Inovasi Pembelajaran Sains Melalui Proyek Herbarium

Gowa, 28 Agustus 2025 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar bekerja sama dengan SMP Negeri 1 Kabupaten Gowa melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Kreasi Herbarium sebagai Proyek Sains”. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai, dengan menghadirkan Arifah Novia Arifin sebagai narasumber, serta dukungan pendampingan langsung dari seluruh tim pengabdian.

Program ini menjadi langkah inovatif dalam memanfaatkan keanekaragaman tumbuhan lokal sebagai media pembelajaran IPA berbasis proyek. Lingkungan Kabupaten Gowa yang kaya akan potensi hayati digunakan sebagai laboratorium alam terbuka, sehingga siswa dapat belajar sains melalui pengalaman langsung. Kegiatan ini juga sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek, eksplorasi, dan pemanfaatan lingkungan sekitar.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui rangkaian pelatihan, praktik, dan pendampingan. Guru dan siswa mendapat penjelasan mengenai konsep herbarium, teknik identifikasi tumbuhan, serta langkah-langkah ilmiah dalam penyusunan koleksi tumbuhan kering. Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti praktik eksplorasi lapangan untuk mengumpulkan spesimen tumbuhan, mengeringkannya, menata, dan memberi label ilmiah pada herbarium yang mereka susun. Seluruh proses berlangsung dengan pendampingan narasumber, ketua tim, dan tim PKM.

Ketua Tim PKM, Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman ilmiah nyata bagi siswa. Ia menegaskan bahwa pembelajaran tidak boleh berhenti pada teori semata, tetapi harus memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan fenomena lingkungan yang nyata. Menurutnya, herbarium menjadi media yang tepat untuk menghubungkan konsep ilmiah dengan kekayaan tumbuhan lokal di sekitar sekolah.

Narasumber, Arifah Novia Arifin, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan teknis kepada peserta, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah, observasi, dan dokumentasi yang penting untuk pembelajaran IPA. Ia menilai bahwa potensi lingkungan sekitar sekolah sangat kaya dan layak dijadikan laboratorium hidup bagi siswa.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan yang sangat signifikan pada guru maupun siswa. Guru mengalami peningkatan dalam pemahaman herbarium, kemampuan merancang pembelajaran berbasis proyek, serta keterampilan dalam menyusun spesimen herbarium. Sementara itu, siswa menunjukkan peningkatan penguasaan konsep, kemampuan identifikasi tumbuhan, serta keterampilan teknis penyusunan herbarium. Banyak siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membuat mereka lebih memahami materi IPA melalui praktik langsung.

Kegiatan PKM ini juga menghasilkan sejumlah produk penting, seperti koleksi herbarium buatan siswa, modul pembelajaran berbasis proyek, contoh herbarium standar, serta papan display untuk memamerkan hasil karya siswa di lingkungan sekolah. Seluruh produk ini kemudian diserahkan kepada SMP Negeri 1 Gowa sebagai sumber belajar berkelanjutan dan sebagai awal pembentukan pusat koleksi herbarium sekolah.

Kepala SMP Negeri 1 Kabupaten Gowa menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara LP2M UNM dan sekolah. Ia menyatakan bahwa program ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi guru dan siswa, serta membuka peluang untuk mengembangkan pembelajaran IPA berbasis lingkungan secara berkelanjutan. Pihak sekolah juga berkomitmen menjadikan herbarium sebagai program rutin dan sumber belajar permanen di laboratorium IPA.

Melalui kegiatan PKM ini, LP2M UNM turut berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Gowa, khususnya dalam penguatan literasi sains dan kesadaran lingkungan. Kolaborasi ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam aktivitas di luar kampus melalui pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.

Dengan keberhasilan program ini, kerja sama antara LP2M UNM dan SMP Negeri 1 Gowa diharapkan terus berlanjut melalui pengembangan proyek lanjutan, seperti herbarium digital, klub ilmiah berbasis lingkungan, dan kegiatan eksplorasi botani yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.

Leave a Reply

Translate »